MESKIPUN kasus Covid-19 dalam beberapa negara mengalami penurunan, tetapi negara-negara tersebut sedang menerapkan pembatasan. Lantas, sebetulnya apa sih indikator sepadan negara bisa disebut telah bebas dari Covid-19?  

Apakah nilai kasus positif Covid-19 di negara tersebut harus 0, baru bisa dikatakan negara tersebut baru bisa dikategorikan sebagai negara bebas dari Covid-19?

Well, ternyata bukan demikian indikatornya. Dikatakan Arie Rukmantara dari Komite Penanganan Covid-19 dan Perbaikan Ekonomi Nasional, bebas pandemi bukan jika tidak ada kasus Covid-19.

“Dikatakan sudah bebas daripada pandemi itu bukan kalau enggak ada lagi peristiwa Covid-19nya, hilang itu virus SARS-CoV-2 nya tapi dipandang apakah berhenti penularannya ke manusia, ” ujar Arie dalam siaran langsung Okezone Stories.

Menetapkan bisa mencapai target itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pengendalian dengan tepat. Salah satu contohnya dengan penerapan tracing (pelacakan), sehingga bisa menyelidiki berapa banyak orang yang sakit.

“Tracing kita selidiki berapa banyak yang rendah, setelah itu disembuhkan, nah sisanya kita lindungi dengan pencegahan yakni protokol kesehatan tubuh 3M ditambah vaksinasi, ” tambahnya.