Mantan Menteri Kelautan dan Perikana, Susi Pudjiastuti, mengatakan siap menampung rusa-rusa di kebun binatang dengan kelaparan akibat pandemi virus corona atau COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Susi Pudjiastuti secara langsung melalui unggahan di akun Twitter pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Susi tampak membalas tautan dari sebuah akun media blogging dengan membahas tentang kondisi terkini kebun binatang di Semarang, Jawa Tengah.

“Saya mau dititipin rusa-rusa tersebut.. bisa antar ke kebun saya di Pangandaran… nanti setelah pandemi selesai silahkan diambil lagi, ” cuit Susi.

Unggahan Susi cacat menuai banyak pujian dari netizen. Mereka mengaku terkesima melihat prakarsa Susi yang rela mengeluarkan uang pribadi demi menyelematkan rusa-rusa yang kelaparan tersebut.

“Bawa semuanya bu biar tak tewas mereka di sana…. selekasnya…. kasihan rusa nya apalgi anak anaknya, ” tulis akun @WahyudiDiyono.

“Makin rajin ngetwit kian terharu dan nangis liat sodara2ku setanah air byk yg minim dapet penghasilan malah byk jg yg di-phk, skrg ada juga binatang2 terkena dampak, ” tulis akun @PowerMotivator.

“Baca gini doang terharu. Bu susi smg lancar rejekinya, sehat2 bu heuheu, ” tulis akun @Lindasuryas.

Ya, sejak pandemi virus corona melanda, sejumlah kebun binatang di Tanah Air turut merasakan dampaknya. Sebut saja Kebun Binatang Medan. Mengutip inews. id, saat ini, setidaknya ada 270 satwa koleksi Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) terancam kelaparan lantaran kekurangan makananan.

Dalam antara satwa itu ada 16 ekor harimau yang mempertaruhkan hidup di tengah pandemi corona. Selain itu ada pula satwa jenis unggas, mamalia, reptil dan satwa lainnya.

Direktur PD Pembangunan Kota Medan Putrama mengucapkan, sejak ditutup pada Maret silam, praktis tak ada pendapatan dari tiket pengunjung. Sementara konsumi makanan ratusan satwa ini terus berjalan hingga berdampak pada kondisi keuangan.

“Kebun Binatang Daerah selama ini hanya mengandalkan penerimaan dari retribusi tiket pengunjung, ” ujar Putrama.

Pratama menambahkan, dalam sebulan operasional Parak Binatang Medan membutuhkan dana Rp100 juta untuk perawatan satwa. Beban tersebut belum termasuk gaji personel yang kini telah dirumahkan.

Kendati demikian, dia mengucapkan saat ini tidak ada hewan yang kelaparan. Pengelola tetap mencari jalan mencari dana operasional meski datang kelimpungan.

“Alhamdulillah tak ada binatang yang kelaparan. Manajer Medan Zoo mereka cara semacam utang sana sini untuk sasaran hewan. Dan di akhir April ini, kami coba menghimpun derma melalui koin untuk makanan satwa, ” tandasnya.

(hel)