ADA banyak jenis karpet favorit orang Indonesia yang laris pada pasaran. Di samping itu, Kamu juga harus tahu cara merawat karpet yang baik agar tidak cepat rusak.

Pemuda berkebangsaan Pakistan yang selalu pengusaha karpet, Atta Ul Karim, membeberkan banyak hal seputar karpet yang umumnya dipakai untuk mendekorasi rumah. Atta menjelaskan, ternyata dari setiap negara, masing-masing punya mencemooh khas karpet, juga perbedaannya loh.

“Seperti pada karpet dari Iran dan Turki yang berbeda. Bedanya kalau karpet Iran ada dengan handmade pakai tangan, bahannya wool sama sutra, ” kata Atta lewat keterangan resminya.

Baca Juga:   5 Kumpulan Foto Cantik Hana Hanifah, Uh Body-nya bak Gitar Spanyol

atta

Atta menambahkan, hal itulah yang membina karpet tersebut menjadi mahal. Sebab peoses pembuatannya yang masih menggunakan tangan dan benangnya yang sedikit, dalam satu inch ada 180 ikat disulam, serta bahannya.

Bukan sekadar untuk mempercantik ruangan, ternyata menggunakan tikar itu ada filosofinya, Okezoners . Jika di Indonesia orang berpikir jika beli sofa hanya beberapa orang yang bisa duduk, kalau menggunakan karpet mampu banyak yang duduk.

“Secara Islam juga mengajarkan makan di lantai dan pakai tangan, jadi duduk di karpet, ” tambahnya.