DKI Jakarta akan menerapkan Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertukaran jilid II mulai Senin 12 Oktober. Pada masa PSBB transisi jilid II ini, aktivitas dalam ruangan dengan pengaturan tempat duduk kembali diperboleh, termasuk bioskop.

Namun, pengelola gedung kudu melakukan pengajuan ke Dinas Pariwisata dan Kreatif DKI Jakarta. Kalau tak mendapat persetujuan, maka tidak dapat beroperasi.

“Pengajuan permohonan dilakukan oleh pengelola gedung, ” tulis aturan protokol khusus pariwisata PSBB transisi yang dikutip Okezone , Minggu (11/10/2020).

Mengenai kembali dibukanya hidup, tentu saja tak bisa terlepas dari protokol kesehatan. Hal tersebut untuk mencegah penularan Covid-19 jika bioskop kembali dibuka.

Baca Juga: Berita Baik, Hidup Diizinkan Beroperasi dengan Protokol Kesehatan

Beberapa hal dengan perlu diperhatikan terkait protokol kesehatan selama di bioskop, di antaranya:

Bioskop

1. Memastikan antrean masuk serta keluar dari fasilitas bioskop dijaga dengan ketat dengan menjaga renggang yang baik, minimal 1, 5 meter sehingga tidak ada relasi pengunjung.

2. Petugas dan penyelenggara pun harus dilatih dengan baik supaya dapat menguatkan protokol kesehatan dijalankan dengan selektif dan tertib selama proses awal bioskop.

3. Satgas Nasional merekomendasikan pengunjung bioskop dengan datang memiliki rentang usia di atas 12 tahun dan dalam bawah 60 tahun. Selain itu, mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti jantung, kencing rupawan, paru-paru, ginjal atau penyakit imunitas rendah dilarang ke bioskop.

4. Pengunjung juga kudu dalam kondisi sehat. Tidak tersedia gejala batuk, demam lebih sejak 38 derajat celcius, sakit tenggorokan, pilek atau flu, bersin, atau sesak napas. Mereka juga kudu dijalankan dengan protokol kesehatan dengan ketat.

5. Semasa menonton, pengunjung tidak boleh sajian dan minum serta selalu menggunakan masker dari sejak awal mematok selesai.