POKOK hamil pada trimester kedua dan ketiga tidak menetapkan ragu untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 di sentra vaksinasi terdekat. Demikian dikatakan Penulis Jenderal Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) Profesor Dr dr Budi Wiweko SpOG (K) MPH.

“Yang paling penting usia kehamilannya di arah 3 bulan, tekanan pembawaan di bawah 140/90 mmHg, serta tidak ada tanda maupun keluhan terkait preeklamsia berat seperti nyeri besar, nyeri rematik, gangguan prinsip, kaki bengkak, atau darah tinggi, ” terang Guru Tinggi Fakultas Kedokteran Universitas Nusantara (FKUI) itu, seperti dikutip dari Antara , Rabu (4/8/2021).

“Itu kira-kira yang menjelma catatan bagi ibu hamil yang ingin melakukan vaksinasi, ” tambahnya.

Baca juga: Kemenkes Beri Izin Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil 

Dalam Senin 2 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan telah mengutarakan Surat Edaran tentang Vaksinasi Covid- 19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Mulai hari itu juga vaksin covid-19 sudah bisa diberikan bagi ibu berisi dengan prioritas pada kawasan risiko tinggi.

Vaksinasi ibu hamil. (Foto: Shutterstock)

Vaksin yang dapat digunakan untuk ibu hamil adalah vaksin covid-19 platform mRNA serupa Pfizer dan Moderna, serta vaksin platform inactivated Sinovac, atau sesuai ketersediaan.

Prof Budi menetapkan vaksinasi bagi ibu berisi aman selama memenuhi etika yang sudah dianjurkan POGI dan Kemenkes. Ia serupa menyebut negara Malaysia serta Amerika Serikat yang telah melakukan vaksinasi kepada pokok hamil dan sejauh tersebut aman.

Baca juga: Antibodi Covid-19 Bisa Diwariskan lewat ASI, Bumil dan Busui Yuk Ikutan Vaksin 

Ia menuturkan studi observasional di AS terhadap 35 ribu pokok hamil yang divaksinasi memakai Vaksin Moderna dan Pfizer. Observasi ini dilakukan di periode Desember 2020 datang Februari 2021.

Sebagian besar di jarang ibu yang sudah melahirkan tidak ditemukan masalah di dalam dirinya maupun dan bayinya. “Hal tersebut yang menjelma dasar bagi kami untuk mendorong vaksinasi covid-19 di ibu hamil di Indonesia, ” tutur Prof Watak.