CALIFORNIA – Peneliti menemukan planet seukuran Neptunus yang mengorbit bintang. Bintang tersebut kabarnya 180 kali bertambah muda daripada matahari.

Dikutip iNews , temuan ini disinyalir dapat menjelaskan evolusi Bumi. Exoplanet mirip Neptunus ditemukan dalam sistem 32 tahun cahaya dan bintang inangnya berusia 20 hingga 30 juta tahun.

Dinamai AU Mic b, ilmuwan NASA mengatakan planet bayi ini memiliki luas sekitar 30. 000 mil serta ditemukan oleh Transitioning Exoplanet Survey Satellite (TESS).

Karena planet masih dalam masa pertumbuhan, peneliti berharap dapat memakai penemuan ini untuk lebih memahami bagaimana planet terbentuk pada tahun-tahun awal sistem bintang.

Bintang inangnya, AU Microscopii, berukuran hampir setengah ukuran Matahari dan masih memiliki cakram proto-planetary debris, yang darinya planet gas ini akan terbentuk.

Dr Tom Barclay, penulis utama studi planet mengatakan sebelum penelitian mereka bertanya-tanya apakah bintang muda ini bahkan sudah membentuk sistem planet.

“Salah satu yang ingin kita pahami adalah, ‘Kapan planet terbentuk, dan apa yang itu lakukan di masa awal itu? ‘” kata Barclay.

Sistem bintang yang nisbi baru ini adalah ‘laboratorium istimewa untuk mempelajari pembentukan planet’ & dapat membantu menjelaskan bagaimana peraturan surya kita terbentuk.

“Bintang ini mungkin belum punya waktu untuk membentuk satelit berbatu yang kecil. Ini memberi kita kesempatan untuk mendapatkan sketsa tentang apa yang mungkin terjadi sebelum planet terestrial kita tunggal seperti Bumi dan Venus terbentuk, ” ujar Barclay.

Sejak pertama kali mengidentifikasi perilaku terang bintang pada tahun 1970-an, para ilmuwan telah bingung apakah AU Mic adalah majikan rumah bagi planet-planet.

Pada tahun 2000-an, para-para astronom mengamati piringan besar debu dan gas yang mengelilingi kartika, sisa dari formasinya. Lalu, di dalam tahun 2018, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Peter Plavchan, mendeteksi ‘sinyal’ pertama dari suatu planet yang mengorbit AU Mic menggunakan pesawat ruang angkasa pemburu planet, TESS.

Pengamatan ini dikonfirmasi oleh NASA Spitzer Space Telescope pada tarikh 2019. Jonathan Gagne, seorang advokat ilmiah di Planetarium Rio Tinto Alcan di Montreal, Kanada, yang juga seorang penulis dalam studi ini, mengatakan AU Mic ialah bintang kecil sekitar setengah kawula Matahari.

“Bintang-bintang ini umumnya memiliki medan magnet yang sangat kuat, yang membuatnya sangat aktif, ” kata Gagne, menambahkan bahwa itu akan membaca pembakaran yang diidentifikasi pada tarikh 1970-an.

Tempat mengatakan, pembakaran alam juga menjelaskan mengapa peneliti membutuhkan waktu dekat 15 tahun pengamatan untuk betul-betul mendeteksi sebuah planet ekstrasurya.

“Banyaknya bintik-bintik serta letusan pada permukaan AU Mic menghambat pendeteksiannya, yang sudah rumit dengan kehadiran cakram, ” kata Gagne.

Secara menganalisis jumlah cahaya yang diblokir oleh planet AU Mic b saat melewati di depan kartika inangnya, para ilmuwan dapat menghitung ukuran dan periode orbitnya.

Dr Barclay, yang juga seorang ilmuwan proyek untuk TESS, mengatakan penurunan dalam kecerahan memberi tahu Anda banyak tentang ukuran sebuah planet.

(ahl)

Loading…