Negara seperti China, Inggris, dan Amerika ternyata tengah berjuang juga melayani wabah Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) yang berasal sejak kutu. Di China sendiri, wabah tersebut sudah menewaskan 7 orang dan 60 orang mesti menjalani perawatan intensif di rumah melempem.

Di Inggris, kasus SFTS ditemukan pada satu anak obat. Di Amerika, menurut laman NBC News, kasus SFTS mengalami pelonjakan dua kali lipat pada 2004 hingga 2016.

SFTS tak bisa dianggap sepele, apalagi jika kawasan ada terbilang mudah ditemukan kutu. Namun, tenang saja, Centers for Disease Control and Prevention Amerika menemukan bahwa aroma buah grapefruit mampu mengusir serangga, termasuk kutu maupun nyamuk.

Nyamuk

Ya, Badan Pelestarian Lingkungan (EPA) Amerika mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui bahan pertama yang disebut nootkatone (beraroma grapefruit) dapat mengusir dan membunuh nyamuk dan kutu. Bahan alami itu ditemukan CDC dan tengah dikembangkan menjadi insektisida.

Menurut mereka, nootkatone bisa juga terlihat di pohon cedar kuning Alaska dan banyak digunakan dalam pabrik kosmetik untuk membuat parfum & cologne.

Baca Serupa: Covid-19 Belum Selesai, China serta Inggris Dihantui Wabah Virus Tick-Borne

EPA mengakui bahwa bahan tersebut aman dan efektif, dan secara resmi memberikan lampu hijau bagi perusahaan untuk menggunakan nootkatone untuk mengembangkan produk pertama bagi manusia dan hewan ternak untuk mencegah gigitan serangga.

“Studi menunjukkan bahwa ketika produk diformulasikan nootkatone, barang itu dapat mengusir dan membunuh kutu, nyamuk, dan berbagai macam kuman penggigit lainnya, ” kata EPA dalam sebuah pernyataan. Penyakit dengan ditularkan oleh serangga ini antara lain penyakit Lyme, malaria, & virus Zika. Termasuk juga dalam sana SFTS yang kini berangkat mewabah di beberapa negara.

CDC bekerja dengan Evolva, sebuah perusahaan bioteknologi, untuk menggelar dan meneliti bahan tersebut. Studi telah menunjukkan bahwa nootkatone sanggup bekerja sebaik pengusir serangga yang lain, seperti DEET. “Perlindungan dari gigitan serangga diperkirakan berlangsung beberapa jam dengan nootkatone, ” catat EPA.

(hel)

Loading…