OBAT Ivermectin memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat cacing. Tetapi, obat ini juga diklaim efektif jika digunakan sebagai terapi bagi pasien Covid-19.

Penggunaan Ivermectin pada umumnya sebagai pembunuh cacing yang ada di saluran cerna. Sama seperti obat cacing lainnya, Ivermectin sebagai obat cacing dikonsumsi 6 bulan sekali, bukan setiap hari.

BPOM dalam keterangannya menjelaskan bahwa uji klinik Ivermectin di Indonesia akan menggunakan Ivermectin pada subjek penelitian untuk 5 hari berturut-turut. Berarti, setiap hari pasien Covid-19 yang terlibat dalam uji klinik akan mengonsumsi obat cacing tersebut tapi dengan dosis tertentu.

Menanggapi hal ini, Ahli Kesehatan Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa karena penggunaan Ivermectin berbeda lantaran biasanya yaitu obat gila, maka aturan konsumsi 5 hari berturut-turut sudah dipastikan sesuai dengan etik yang telah disetujui.

“Desain tes klinik yang akan dijalani peneliti sudah dipastikan cocok dengan hasil studi sebelumnya dan data-data publikasi yang telah tayang di jurnal internasional, sehingga penggunaan 5 hari berturut-turut sudah menjadi perhatian mereka dan sudah dipertimbangkan bagi tubuh pasien, ” papar Prof Ari saat dihubungi MNC Portal.

Beberapa obat akan dialihfungsikan sebagai terapi pengobatan lain. Hal ini juga dapat dilihat contohnya pada obat Avigan. Menurut Prof Ari, ini obat tersebut yang pada pemakaian biasa, dosisnya tak mungkin sama dengan penggunaan untuk pasien Covid-19 saat ini.

“Untuk pasien Covid-19 penggunaannya dinaikkan dosisnya. Di penggunaan pertama, pasien Covid-19 akan meminum 2×8 tablet, 5 hari berikutnya 2×3 tablet. Ya, kalau penggunaan biasa tidak setinggi itu, ” tuturnya memberi contoh konkrit.