SINDROM Waardenburg dialami oleh warga suku asli di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Sindrom ini menyebabkan mata para warga tersebut menjadi berwarna biru. Hal ini pun dinilai sebagai kejadian yang sangat langka dan unik.

Mengutip dari Dailymail , Senin (21/12/2020), tahu beredar foto-foto warga suku sah Pulau Buton memiliki mata berupa biru itu akibat Sindrom Waardenburg. Ini mengejutkan publik dunia dan menilainya sebagai kejadian genetik dengan sangat langka.

Baca serupa: Mengenal Penyakit Mental Sindrom Munchausen, Pura-Pura Sakit demi Dapat Perhatian 

Sindrom Waardenburg membuat warga suku asli Tanah Buton memiliki mata biru elektrik, sesuatu yang sangat langka di Indonesia, karena kebanyakan berambut hitam dan bermata gelap.

Sindrom Waardenburg adalah mutasi genetik turun-temurun yang diperkirakan hadir di dalam beberapa bentuk pada 1 sejak 42. 000 orang.

Selain efeknya yang terkadang mengejutkan pada pigmentasi mata, termasuk menjadikan warna mata yang berbeda, ternyata hal itu juga dapat membuat hilangnya pendengaran.

Seperti dilansir Healthline , ada empat tipe utama Sindrom Waardenburg. Dibedakan berdasarkan ciri fisik. Masing-masing adalah:

Warga suku asli Pulau Buton mengalami Sindrom Waardenburg yang membuat mata berwarna biru. (Foto: Instagram @geo.rock888)

1. Gejala

Gejala Sindrom Waardenburg yang paling umum merupakan kulit pucat dan mata pucat. Gejala umum lainnya adalah besot rambut putih di dekat dahi.

Dalam banyak kejadian, seseorang dengan kondisi ini barangkali memiliki dua warna mata berbeda. Ini dikenal sebagai Heterochromia iridis. Heterochromia bisa ada tanpa adanya Sindrom Waardenburg.

awut-awutan Gejala tipe 1: (1) Sembrono lebar; (2) Heterochromia atau gegabah biru pucat; (3) Bercak suci pada rambut dan kulit; (4) Ketulian yang disebabkan masalah di dalam telinga bagian dalam.

– Gejala tipe 2: Mirip dengan yang terlihat pada macam 1, kecuali matanya tidak luas.

– Gejala macam 3: Tipe 3 juga lumrah sebagai Sindrom Klein-Waardenburg. Orang dengan tipe ini mungkin memiliki kelainan pada tangan, seperti jari dengan menyatu, dan pada lengan.

– Gejala tipe 4: Tipe 4 juga dikenal sebagai Sindrom Waardenburg-Shah. Gejala serupa secara yang terlihat pada tipe dua. Orang dengan tipe ini selalu memiliki sel saraf yang jatuh padai usus besar. Hal tersebut menyebabkan seringnya sembelit.

Baca juga: Cegah Covid-19, Dokter Sarankan Ganti Lensa Relasi dengan Kacamata 

2. Penyebab

Jenis Sindrom Waardenburg dengan dialami seseorang bergantung pada gen atau gen mana yang bermutasi. Misalnya, tipe 1 dan 3 dipicu oleh mutasi gen PAX 3 pada pita kromosom 2q35.

Mutasi gen yang bertanggung jawab atas Sindrom Waardenburg memengaruhi melanosit. Ini adalah jenis sel kulit. Melanosit memengaruhi warna rambut, kulit, dan mata. Itu juga terlibat dalam fungsi kuping bagian dalam seseorang.