UMUM perkotaan pada masa pandemi covid-19 tersebut akrab dengan kegiatan urban farming atau berkebun menggunakan lahan yang ada pada rumah. Perlahan kegiatan tersebut mulai populer dan sejumlah orang menghadirkan berbagai permutasi, salah satunya merawat tumbuhan hias.

Dari sisi kesehatan, selain sebagai cara memaksimalkan waktu di rumah, merawat tanaman memper juga bisa membantu memajukan kesehatan, salah satunya buat melawan penyakit.

Selain itu sedang banyak manfaat lain lantaran kegiatan merawat tanaman hias, simak ulasannya berikut ini, seperti disitat dari Antara .

Baca selalu: 4 Cara Sederhana Rawat Tanaman Hias Tetap Subur dalam Waktu Lama 

satu. Bantu jaga berat badan dan kualitas tidur

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut berkebun (bagian dari bertanam) bisa membangun kekuatan, meningkatkan kualitas rebah, dan membantu Anda menjaga berat badan yang sehat.

Aktivitas semacam memotong rumput mungkin termasuk kategori olahraga ringan mematok sedang, sedangkan menyekop, mengusut, dan memotong kayu mampu dianggap sebagai olahraga mengandung.

Beraktivitas pada lahan menggunakan setiap kaum otot utama di tubuh dan tidak akan mengherankan jika Anda bangun pagi besok hari merasa rendah setelah seharian bekerja.

Penelitian telah menemukan aktivitas fisik seperti berkebun dapat membantu mengimbangi kenaikan berat badan terkait leler dan obesitas pada bani.

Para pengkaji dari University of Pennsylvania mengungkapkan orang yang berkebun lebih mungkin mendapatkan tidur nyenyak selama 7 jam di malam hari.

2. Lawan penyakit

Saat berada dalam luar rumah dan terpapar sinar matahari, kulit Kamu menggunakan sinar matahari buat vitamin D. Para pengkaji, seperti dilansir dari Healthline, memperkirakan setengah jam di bawah sinar matahari bisa menghasilkan antara 8. 000 dan 50. 000 unit internasional (IU) vitamin D dalam tubuh. Tapi tersebut tergantung seberapa tebal baju yang menutupi tubuh dan juga warna kulit Kamu.

Vitamin D sendiri memiliki sederet harga untuk tubuh, antara asing memperkuat tulang dan bentuk kekebalan Anda. Berbagai belajar juga menunjukkan berada dalam bawah sinar matahari sanggup membantu menurunkan risiko bermacam-macam kanker seperti payudara, kolorektal, kandung kemih, prostat, limfoma non-Hodgkin, hingga multiple sklerosis.

Pakar kesehatan tubuh mengatakan, jika kadar vitamin D Anda rendah, maka memiliki risiko lebih tumbuh terkena serangan psoriasis, sindrom metabolik (kondisi pradiabetes), sakit tipe II, dan bahkan demensia.

3. Dorong suasana hati

Penelitian di Amerika Serikat menemukan berkebun meningkatkan suasana hati dan meningkatkan penghargaan diri Anda. Ketika orang menghabiskan waktu pada taman, tingkat kecemasan itu menurun, begitu juga secara depresi.

Menuntut yang diterbitkan pada 2011 menunjukkan orang dengan depresi yang berpartisipasi dalam intervensi berkebun selama 12 minggu kondisinya membaik termasuk fakta depresi. Kondisi ini berlaku selama berbulan-bulan setelah intervensi berakhir.

Baca juga: Rekomendasi 5 Tanaman untuk Pemula, Yuk Mulai Berkebun 

4. Tunjang jaga daya ingat

Terkait ingatan, dokter mengungkapkan berolahraga meningkatkan fungsi kognitif di otak serta berkebun bisa menjadi lupa satunya. Aktivitas berkebun mampu memacu pertumbuhan saraf terkait memori di otak Anda.

Peneliti di Korea membuktikan aktivitas berkebun selama 20 menit pada penyandang demensia bisa memajukan jumlah beberapa faktor kemajuan saraf otak yang terkait dengan memori.

Di Belanda dan Norwegia, orang dengan demensia kala berpartisipasi dalam program kreatif berkaitan dengan bertanam yang memungkinkan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk beroperasi di lahan pertanian serta kebun.