TEMPAT Bena pada Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk wilayah terdampak bencana alam topan siklon tropis seroja. Sebesar 262 perempuan dan 154 anak di Desa Bena turut menjadi korban penyintas.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Budak (PPPA) Bintang Puspayoga mengutarakan masyarakat khususnya perempuan dan anak-anak harus segera hidup dari keterpurukan.

Baca serupa: TNI AD Bakal Percepat Perbaikan Jembatan di NTB dan NTT Usai Dilanda Bencana 

“Kami berharap awak dapat kembali bangkit & pulih, bergerak bersama-sama & bergotong royong, ” membuka Menteri Bintang dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut ia menerangkan, melalui gotong royong, bangsa yang terkena dampak kesengsaraan alam akan lebih lekas pulih dan bangkit.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga di lokasi bencana alam NTT. (Foto: Dok Kementerian PPPA)

Banyak warga yang kematian tempat tinggal karena perihal rumahnya tidak lagi terhormat untuk dihuni, kehilangan tanda pencarian karena rusaknya lahan pertanian dan hilangnya hewan-hewan ternak. Sekolah serta posyandu di desa tersebut juga belum berfungsi normal.

Upaya pembangunan kembali rumah atau kediaman yang rusak akibat bencana, oleh karena itu perempuan dan anak-anak mau merasa lebih terlindingi.

Baca serupa: Pulau Baru Muncul di NTT Pasca-Badai Seroja, Itu Penjelasan BMKG 

Menteri Bintang berpesan kepada laki-laki khususnya para suami di Kabupaten TTS agar mengikuti mendukung pemberdayaan perempuan, tidak hanya di ranah domestik, namun juga di ranah umum.

“Semua tidak terlepas dari dukungan ahli laki-laki khususnya di Kabupaten TTS ini. Jika kita dapat bersinergi, tidak tersedia istilah tidak mungkin dan tidak bisa, ” pungkasnya.

(han)