KEJADIAN Covid-19 dalam beberapa negara memang berangkat mengalami penurunan, termasuk dalam Indonesia. Penurunan ini, tidak terlepas dari peran vaksin yang sudah mulai mampu diakses.

Sekalipun demikian, Indonesia masih di dalam kondisi waspada terhadap Covid-19 dan melarang adanya pegangan Libur Lebaran ini. Tapi, berbeda dengan Indonesia, pemerintah Inggris menurunkan status Covid-19 di Inggris menjadi aib menular biasa.

Hal ini pasal Covid-19 sudah tidak termasuk ke dalam kategori keburukan menular konsekuensi tinggi (HCID). Sayangnya, kabar ini biar dijadikan konten yang keluar, yang menyebut Inggris menurunkan status Covid-19 karena Covid-19 bisa sembuh dengan paracetamol.

Hoax

“ Covid-19 berakhir

 

File Covid-19 di Inggris Segera berakhir…

 

Klasifikasi UK Povid berubah dari penyakit menular yang parah menjadi penyakit menular biasa… Permainan berakhir

 

https://www.gov.uk/guidance/high-consequence-infectious-diseases-hcid

 

Negeri Inggris menyatakan bahwa keburukan Corona adalah virus yang umum, dan hanya orang yang memiliki masalah lain yang takut akan keburukan itu.

Dan itu bisa dilawan dengan pil Parastamol

 

Tutup file Corona setelah Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi terlibat dalam konspirasi melawan kemanusiaan, memaksa mereka untuk mengaku & mengubah pernyataan mereka, serta perintah akan diarahkan ke semua negara untuk dibuka dan tidak perlu ada jarak sosial dan menodongkan pemulangan hidup normal

Hari ini, organisasi tersebut membuktikan:

 

Https: //www.gov.uk/guidance/high-consequence-infectious-diseases-hcid

 

Organisasi Kesehatan Dunia mencapai kesimpulan akhir bahwa pembawa virus Covid 19 dianggap orang yang tidak menular kepada orang lain, melainkan dalam kasus gejala, yang terpenting adalah suhu! Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memeriksa yang tidak terinfeksi atau menyimpannya untuk karantina

Dengan demikian, survei nasional dan karantina buat orang-orang tanpa gejala menjelma tidak berguna dan tak mempengaruhi penanganan penyakit!!!

Strateginya sekarang adalah mencari orang dengan gejala dan tidak pembawa penyakit!

 

Saat ini pandemi telah berakhir & konspirasi telah terungkap, serta Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa apa yang berlaku 3 bulan lalu merupakan kesalahpahaman. ”