SALAH satu menu buka puasa yang selalu diburu awak Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yaitu wadai bingka. Ini adalah makanan khas Pangkalan Bun yang sudah menjadi tanda di Kotawaringin Barat.

Wadai bingka ataupun kue bingka memiliki bentuk dan tampilan yang betul cantik serta menarik yaitu berbentuk bunga serta mempunyai rasa enak dan benar gurih.

Baca juga: Aktivitas Amanda Manopo Si Room Services BKT, Siapkan Hidangan Buka Puasa Kru Ikatan Cinta 

Wadai bingka memiliki berbagai variasi rasa dan jenis, di antaranya bingka kentang, bingka beras, serta bingka kelapa muda.

Nur Hasanah, pemilik rumah produksi wadai bingka mengungkapkan selama bulan Ramadhan permintaan wadai bingka meningkat. Di hari pertama puasa ia membuat 500 wadai bingka, dan semuanya beres terjual.

Pembuatan wadai bingka di rumahnya di Jalan Lubut, Membakar Senggiring, RT 21, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, dimulai pagi hari.

Bahan-bahan wadai bingka seperti kelapa muda, telur kentang, gula, dan pandan. Pembuatan bingka dilakukan secara tradisional buat menjaga rasa agar tak berubah.

Baca juga: Pucuk Rotan Muda, Menu Favorit Bekerja Puasa Asal Padang Lawas Utara 

Setelah bahan sudah siap, cetakan dipanaskan terlebih dahulu selama 5 menit. Setelah itu, cetakan diolesi minyak supaya tidak akur. Bahan wadai bingka tepat dituangkan ke cetakan dengan sudah dipanaskan sesuai ukurannya. Penutup cetakan sebelum dimanfaatkan terlebih dahulu dipanggang atau dipanaskan selama 10 menit.

“Harga wadai bingka bervariasi. Bingka padi Rp20 ribu, bingka kentang Rp30 ribu, bingka kelapa muda Rp40 ribu. Namun bingka durian Rp50 seperseribu. Ada sembilan karyawan yang membantu pembuatan wadai bingka. Setelah selesai, wadai bingka langsung diantar ke kedai di Jalan Sukma Aria Ningrat, depan Masjid Nurul Qolbi, ” papar Sinar Hasanah.

Semenjak awal bulan puasa datang sekarang, ia menyatakan mendapat omzet mencapai puluhan juta rupiah dari penjualan wadai bingka khas Pangkalan Bun ini.

(han)