COVID-19 varian Delta Plus dengan ditemukan di dua wilayah menjadi sorotan publik belakangan ini. Mutasi virus itu diketahui lebih mudah menyebar dan kebal terapi antibodi.

Informasi yang diterima MNC Portal, penderita Covid-19 varian Delta Plus di Jambi sempat dirawat di RS Raden Mattaher. Kedua pasien tersebut diketahui terpapar Delta Plus pada pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

Pasien Covid-19

(Foto Ilustrasi: Shutterstock)

Kementerian Kesehatan tubuh melalui Juru Bicara Covid-19 Siti Nadia Tarmizi kendati menyampaikan kabar terbaru mengenai dua pasien varian Delta Plus di Jambi tersebut.

“Benar, mereka sudah sembuh karena itu kan surveilans, ” nyata Siti Nadia melalui suruhan singkat, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Antisipasi Varian Delta Plus, Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Dia melanjutkan kalau penemuan kasus varian Delta Plus tersebut dari pengecekan WGS yang sifatnya surveilans. “Jadi, hasil pemeriksaan sudah didapat sejak 2-3 minggu yang lalu, ” tambahan Siti Nadia.

Selain varian Delta Tambah, di RS Raden Mattaher juga diketahui ada penderita Covid-19 dengan varian berkode AY. 3 yang juga masih dalam keluarga varian Delta, tapi beda dengan Delta Plus (AY. 1).

Baca Serupa: Varian Delta Plus Mengancam Orang yang Belum Dapat Vaksin Covid-19

Diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 Jambi kini tengah melacak pasien Delta Plus yang telah sembuh tersebut untuk mendata lebih jauh mengenai riwayat kontak eratnya.

“Kami akan lacak dengan cepat, kami bakal cari orang yang terpapar ini karena data yang dikirim hanya menyantumkan cetakan dan perkiraan usia dengan memang sudah SOP-nya sejenis, ” papar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Jambi, Johansyah.

(hel)