KASUS positif Covid-19 yang terus meningkat usai libur lebaran 1442 hijriah membuat masyarakat yang baru balik dari kampung halaman buat melakukan karantina mandiri. Walaupun demikian, masih banyak klub yang belum paham dengan definisi karantina dan otak membedakannya dengan isolasi mandiri.

Merangkum lantaran laman Instagram resmi Komisi Percepatan Covid-19 dan Perbaikan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawabcovid19_id, JUmat (21/5/2021), tentunya karantina dan isolasi memiliki arah serta perbedaan. Berikut penjelasannya.

Karantina

Memisahkan seseorang yang terpapar Covid-19 yang bertujuan buat mengurangi risiko penularan. Terpapar melalui riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas. Dilakukan meskipun seseorang belum menunjukkan gejala apapun atau sedang dalam zaman inkubasi.

Karantina dinyatakan selesai saat buatan tes PCR pada keadaan kelima karantina negatif, ataupun setelah 14 hari jika tidak dapat melakukan pemeriksaan tes PCR atau rapid tes antigen.

Karantina

Isolasi

Upaya memisahkan dari karakter yang sehat, yang bertujuan untuk mengurangi risiko transmisi. Orang yang sakit (suspek) dan membutuhkan perawatan Covid-19 atau sudah terkontaminasi Covid-19.

Isolasi dinyatakan selesai jika suspek saat hasil tes PCR dalam hari kedua isolasi minus. Sementara jika orang dengan terkonfirmasi tanpa gejala sesudah 10 hari. Jika bergejala minimal 10 hari ditambah sekurang-kurangnya tiga hari dengan bebas gejala.

(mrt)