GUNA menegah virus Covid-19, pemerintah Indonesia diketahui membeli tiga macam vaksin Covid-19 yakni Sinovac, Sinopharm dan terakhir merupakan AstraZeneca. Lantas, apa memperlawankan dari ketiga vaksin tersebut?

Vaksinolog serta spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe mengucapkan, dari tiga merek vaksin di Indonesia, hanya kepala merek yang efektif kepada varian Delta, yakni AstraZeneca. Sementara dua lainnya, belum memiliki laporan efektivitas kepada varian Delta.

Menurutnya, dua vaksin lainnya efektif dalam mencegah seseorang mengarungi gejala-gejala sakit berat kala terinfeksi virus, tapi tidak berarti mendapatkan vaksin bermanfaat sudah kebal 100 persen dari penyakit. Semua karakter yang sudah divaksin masih bisa terkena Covid-19 ataupun menularkan virus, namun karena sudah memiliki antibodi, keburukan yang dialami tidak berat.

“Beberapa mutasi menunjukkan vaksin jadi kurang efektif, tapi secara umum masih efektif. Tugas kita untuk mencegah virus bermutasi adalah menekan penularan, agar penularannya terhenti, ” prawacana dia.

Dirga mengingatkan, vaksinasi tidak boleh membuat orang-orang menjadi lalai. Protokol kesehatan dan pedoman 3M, yakni memakai kedok, mencuci tangan dan mengelola jarak tetap harus dipatuhi. “Tidak ada vaksin yang 100 persen efektif, tidak berarti divaksin lalu terhindar kumpul-kumpul, ” jelas dia.

Mengucapkan Selengkapnya: Dari 3 Vaksin di Indonesia, Hanya AstraZeneca yang Efektif Hadapi Varian Delta

(mrt)