JAKARTA awut-awutan Rapid Antigen saat ini menjadi situasi yang penting jika Anda mau bepergian ke luar kota. Pasalnya, sejumlah kota menerapkan syarat untuk hasil negatif Rapid Antigen supaya terbebas dari Covid-19 .

Memang apa itu Rapid Antigen?

Rapid antigen tunggal pengambilan sampelnya dengan swab-ing di nasofaring, hampir sama dengan PCR Test. Bedanya, pengujian Rapid Antigen itu untuk mengenali apakah tersedia atau tidaknya antigen virus Covid-19. Sedangkan PCR Test melacak kehadiran virus SARS-CoV2 di dalam awak.

Ilustrasi pengujian klinis  

Baca juga: Rapid Antigen, Swab Murah yang Jarang Dijual Rumah Sakit

Head of Marketing & Corporate Communication Primaya Hospital Group Hanie Dewita sendiri menjelaskan masih jarangnya rumah lara menyediakan Rapid Antigen diduga karena alasan kurangnya peminat.

“Rapid Antigen masih jarang itu bisa banyak kemungkinan, tapi salah satunya karena kondisi peminat yang lebih cenderung memilih Rapid Antibodi untuk screening awal dan PCR untuk kevalidan hasil, ” papar Hanie melalui pesan kecil kepada Okezone.

Bicara soal harga, Rapid Antigen sejatinya di bawah harga PCR Test, tapi tetap saja pasarnya belum semasif PCR. Hal ini dibenarkan Hanie. “PCR walaupun mahal, tapi karena sudah menjadi tolak ukur yang valid dalam penyeliaan Covid-19, membuat orang akan tetap memilih tes itu sekalipun harganya lebih mahal, ” terang Hanie.

Nah, buat skrining, masyarakat masih mengandalkan Rapid Antibodi. “Selain karena hasilnya cepat, masalah harga jadi pertimbangan klub memilih Rapid Antibodi, terkhusus untuk skrining Covid-19, ” tambahnya.

(kem. -)