DIREKTUR Institusi Biologi Molekuler Eijkman Profesor Amin Soebandrio melaporkan besar varian baru virus corona asal Indonesia yakni B1466. 2 dan B1470 telah menyebar ke sejumlah provinsi di Indonesia. Jumlah varian lokal ini bahkan lulus banyak yakni mencapai 1. 756 kasus.

“Kalau yang varian B1466. 2 itu sudah tersedia 1. 225 kasus serta B1470 sudah 531 urusan di Indonesia, ” kata pendahuluan Prof Amin, seperti dikutip dari Antara , Senin (9/8/2021).

Baca juga: Kemenkes: Pasien Covid-19 Isoman Kudu Pakai Masker 24 Jam 

Ia mengungkapkan bahwa varian B1466. 2 ditemukan kala pertama pada November 2020 di Jawa Barat. Sedangkan yang paling banyak dilaporkan muncul di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sedangkan varian B1470 mencapai 531 kejadian sejak pertama ditemukan dalam Jawa Timur pada April 2020. Paling banyak dilaporkan muncul di Provinsi Bali dan Jawa Barat.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Guru besar ilmu mikrobiologi klinik ini mengatakan berbagai publikasi ilmiah menunjukkan kalau varian lokal tersebut belum tergolong Variant of Concern (VOC) maupun Variant of Interest (VOI) yang pantas diawasi oleh Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO).

Baca juga: 5 Desain Masker Terbaik di Olimpiade Tokyo 2020 

Namun, Prof Amin tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai varian lokal itu memikirkan angka kasusnya sempat menguasai sejumlah daerah.

“WHO hanya mengingatkan kita bahwa varian Indonesia tersebut jumlahnya banyak, sempat memimpin berapa bulan lalu. Oleh karena itu kita harus tetap mewaspadai, karena dia memiliki kira-kira pola mutasi yang pula ada di VOI. Saat ini belum ada satu pun varian lokal Indonesia yang masuk VOI atau VOC, ” paparnya.