MENINGKATNYA jumlah pasien meyakinkan Covid-19 memang membuat karakter menjadi lebih waspada. Itu yang harus keluar rumah pun harus menerapkan aturan kesehatan ekstra ketat biar tidak membawa virus masa kembali ke rumah.

Tapi terkadang dengan kewaspadaan ekstrem tersebut mampu mendatangkan paranoia. Akibatnya ketika Anda mendengar ada tetangga atau rekan kerja seruangan yang terpapar Covid-19, oleh karena itu Anda bisa mengalami stres yang tinggi.

Akibatnya, jantung Anda tiba-tiba mulai berdegup kencang, Kamu merasa sesak dan menjalani nyeri hebat di depan. Gejala tersebut mirip dengan serangan jantung, tapi bukan serangan jantung melainkan serangan panik atau panic attack.

Sangat sulit untuk membedakan antara gempuran jantung dan serangan bingung karena gejala dari ke-2 kondisi kesehatan tersebut invalid lebih sama. Stres dan kecemasan yang berlebihan ialah penyebab utama serangan bingung, yang juga dapat menimbulkan serangan jantung.

Jantung

Sebab hubungan mereka yang rumit, seringkali orang yang menderita serangan panik dilarikan ke rumah sakit dalam peristiwa darurat. Mengetahui perbedaan kurun keduanya dapat menyelamatkan menghabisi dan membantu Anda menyalahi masalah dengan cara dengan lebih baik.

Serangan Jantung

Melansir Times of India, serangan jantung terjadi masa arteri koroner yang menyuplai darah dan oksigen ke jantung tersumbat atau macet. Ini membatasi aliran pembawaan dan oksigen ke otot jantung. Beberapa serangan dalaman terjadi seketika dan bisa berakibat fatal, sementara dengan lain merupakan kejadian kecil yang berfungsi sebagai bukti peringatan untuk melakukan perubahan yang diperlukan dalam bentuk hidup dan diet.

Tanda-tanda khas serangan jantung meliputi ketidaknyamanan di dada, terasa berat pada dada, gangguan pencernaan, sesak napas, palpitasi, mual atau keringat dingin, sakit besar ringan, pucat di paras, nyeri di tubuh bagian atas, terutama di salah satu atau kedua menonjol, leher, punggung, rahang, ataupun perut.

Walaupun nyeri di dada atau lengan adalah tanda ijmal serangan jantung, hal itu tidak selalu dialami. Wanita lebih tidak mungkin merasai nyeri dada dan mungkin menunjukkan tanda-tanda lain serupa kelelahan atau ketidaknyamanan tubuh bagian atas.