Warganet ramai-ramai membahas sanksi denda untuk masyarakat yang tidak pakai masker di dalam mobil, sekalipun seorang diri. Video penjelasan orang yang terjaring razia karena kasus itu pun makin banyak.

Salah satunya dibagikan akun Twitter @Tjeloup, di sana berbahasa sebagai orang yang terjaring razia seorang laki-laki sambil memegang petunjuk sanksinya. Dia menjelaskan, karena tidak pakai masker di dalam mobil seorang diri, dia mesti mengutarakan uang Rp100 ribu.

“Hari ini dapat denda Rp100 ribu katanya tak pakai masker. Jadi, saya tunggal di mobil memang tidak pakai masker, tapi masker ada, andaikata saya keluar mobil, saya pakai masker, ” terangnya di kausa video yang sudah ditonton dekat 1000 netizen tersebut.

Di video tersebut kendati dia menjelaskan pernyataan pihak penjaga yang merazianya. “Jadi katanya, walaupun sendiri menyetir tidak ada orang lain, itu tetap kena dam, tetap kena sanksi. Jadi ini bukti sanksinya Rp100 ribu, ” sambungnya.

Tetapi, pria yang tidak diketahui identitasnya itu melontarkan keresahan dan kebingungannya terkait dengan aturan tersebut dan penjelasan pihak polisi yang menilangnya.

“Anehnya susunan ini, kata petugas, apabila merokok misalnya di tempat umum, bisa saja asalkan jaga jarak. Namun saya sendiri di dalam mobil, tidak ada orang lain, kaca tertutup, ber-AC, itu membahayakan orang lain katanya. Jadi kena sanksi, ” tegasnya. Dia pun berharap agar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengoreksi kembali peraturan tersebut.

Di sisi asing, peraturan mengenai sanksi bagi kelompok yang tidak pakai masker benar ada dan itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Bagian 6 Tahun 2020 tentang Pengembangan Disiplin dan Penegakan Hukum Aturan Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang mengatur soal sanksi untuk para pelanggar protokol kesehatan tubuh.

Sanksi dengan ditetapkan Presiden Jokowi bagi pelanggar protokol berupa teguran lisan ataupun tertulis, kerja sosial, denda administratif, penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha. Aturan ini tertera dalan poin 5 Inpres yang ditaken 4 Agustus 2020.

Protokol kesehatan yang dimaksudkan dalam Inpres tersebut meliputi penerapan masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu jika harus keluar rumah atau interaksi secara orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya. Lalu, membersihkan tangan secara teratur, pembatasan interaksi fisik (physical distancing), dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menrapkan Tabiat Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dalam Inpres tersebut juga ditegaskan bahwa hukuman berlaku bagi perorangan, pelaku cara, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Baca juga: Waspada, Itu 7 Gejala Bila Seseorang Terkena Covid-19

Tempat dan fasilitas umum yang dimaksud ialah perkantoran, daya, dan industri, sekolah, tempat ibadah, stasiun, terminal, pelabuhan, bandar hawa, transportasi umum, kendaraan pribadi, gardu, pasar modern dan tradisional, toko obat dan toko obat, warung santap, rumah makan, kafe, restoran, pedaganf kaki lima, perhotelan, tempat wisata, dan fasilitas layanan kesehatan.