GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap soal kehidupannya di masa kecil. Ia mengaku lulus nakal saat masih kecil. Kisah ini Kang Emil ungkapkan saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Denny Sumargo. Bahkan, tempat sempat memperlihatkan bekas luka di wajahnya karena dulu terlalu aktif bermain.

“Lihat muka saya, di-zoom ya, walaupun telah perawatan, itu codetnya penuh bang. Karena saya itu anak hiperaktif, hobinya tersebut main, ” cerita Ridwan Kamil, dikutip dari podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Ridwan Lengkap Berharap Jumlah Vaksin Covid-19 untuk Jawa Barat Ditambah 

Kang Emil juga mengiakan pernah dikejar-kejar petani dengan membawa celurit setelah canggih mencabut tanamannya. “Zaman SD ya, pernah ngelewatin ladang, itu saya nyabutin tanaman-tanaman itu. Dikejar-kejar sama petani pakai celurit, dan dengan bikin panik dia ngejarnya bawa anjing, ” tutur Ridwan Kamil.

Saking paniknya, ia kemudian berlari kencang hingga berniat lompat ke sungai untuk bersembunyi. “Wah itu lari saya paling cepat sebaya hidup saya, lompat ke sungai kan, kemudian umpet di tempat ibu-ibu sedang mandi di pancuran lah, terus berantem, main bola, ” ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)

Tak hanya itu, Kang Emil juga menceritakan bahwa dirinya pernah naik angkot serta sengaja tidak bayar. Tempat sengaja menipu sopir angkot tersebut karena ingin pulang namun tidak punya uang.

“Pernah terbang angkot enggak bayar. Zona, ini lucu. Waktu SD saya enggak punya duit tapi pengin pulang membangun. Saya ada trik nih, nanti pas saya bilang angkot stop, pas tempat noleh saya lari, tersebut skenarionya, ” ucap Ujung Emil sembari tertawa.

Baca pula: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Raih Emas, Ridwan Kamil: Doa Kita Semua Dikabulkan 

Tak diduga, seminggu setelah perihal tersebut, dia justru bersemuka kembali dengan sopir angkot tersebut. Ternyata sopir itu adalah tetangga rumahnya. Sopir angkot itu pun mengadu dan menagih ongkos kepada sang ibu.

“Terus akhirnya dia lapor ke ibu saya. Ibu saya bayarin. Si sopir yang dibohongi itu tinggalnya masih satu kampung sesuai kompleks saya, ” berlanjut Kang Emil.