PUBLIK Tanah Air dikagetkan perkara ledakan bom di Gereja Katedral Makassar di Ustaz Kajaolalido, Kecamatan Ujung Penglihatan, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Minggu 28 Maret 2021, sekira jam 10. 20 Wita. Ledakan yang diduga berasal sebab bom bunuh diri tersebut menyebabkan 19 orang terluka, kemudian ada 2 karakter meninggal dunia yang diduga sebagai para pelaku.

Hingga kini para korban luka ringan atau kritis masih menjalani perawatan di sejumlah rumah kecil di Makassar. Laporan tengah, ada 4 orang dengan mengalami luka kiritis.

Mengaji juga: Polri: Pelaku Bom di Gereja Katedral Diduga 2 Orang  

“Sampai saat ini jumlah korban bertambah menjadi 19 orang. Itu di sungguh korban yang diduga pelaku, ” kata Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam masa memberikan keterangan kepada iNews TV , Minggu (28/3/2021).

Dari segi kesehatan, ledakan bom bisa meninggalkan kekacauan kesehatan bagi korban selamat, salah satunya adalah trauma. Dr Michael Craig Miller MD dari Harvard Moral Health mengungkapkan bahwa beberapa orang yang berada pada lokasi ledakan bom sah akan mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) atau usikan stres pasca-trauma.

“Tetapi, PTSD bukanlah satu-satunya dampak terhadap peristiwa menegangkan. Faktanya, kebanyakan orang yang terkena trauma tidak mengembangkan kondisi ini. Mereka jadi mengembangkan gangguan kecemasan, misalnya, atau menjadi depresi. Umum orang memang memiliki respons emosional, tetapi mayoritas tidak mengembangkan penyakit sama sekali, ” ungkap Dr Michael, seolah-olah dikutip dari laman Harvard , Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Korban Bom di Gereja Katedral Makassar Bertambah Jadi 19 Karakter  

Ia melanjutkan, PTSD dapat dipicu kemahiran traumatis apa pun dengan melibatkan ancaman yang istimewa terkait kematian, cedera khusyuk, atau kerusakan fisik. Perkara seperti ini juga bisa menimbulkan ketakutan, ketidakberdayaan, atau kengerian yang intens. Seseorang mungkin mengalami peristiwa itu secara langsung, menyaksikannya, atau dihadapkan dengan cara lain.

Bagi siapa pun yang terkait peristiwa ledakan bom, ada baiknya mengetahui sedikit tentang PTSD. Apakah mengalami PTSD ataupun tidak, sebab makin segera gejala muncul, makin mudah mengatasinya.