Bioskop di DKI Jakarta rencananya akan dibuka kembali pada 29 Juli mendatang. Hal ini sehubungan dengan terbitnya Surat Keputusan Besar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kaya DKI Jakarta Nomor 140 tarikh 2020 yang salah satunya menyusun izin operasional atau rencana dibukanya kembali gedung bioskop di Jakarta.

Di sisi asing, sejumlah peraturan dan protokol kesehatan yang ketat pun telah dibuat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Pendidikan & Kebudayaan.

Dalam hasil rapat, jadi Surat Keputusan Bersama (SKB) berisi protokol kesehatan yang wajib dipatuhi saat menonton di bioskop. Di mulai dari pengaturan jarak antarpenonton, penggunaan masker, hingga mendorong penggunaan sistem transaksi non-tunai demi mencegah penularan Covid-19.

Bioskop

Sementara itu, sebanyak pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) meminta agar prakata bioskop ditunda sampai kondisi penyebaran virus corona dapat dikendalikan. Tersebut berkaitan dengan upaya meminimalisir penyebaran virus di dalam bioskop.

Dalam laporan tertulis dengan diterima Okezone , dijelaskan bahwa ada beberapa masukan yang membuat pakar kesehatan meminta untuk menunda pembukaan bioskop.

Baca Juga: Pesona Luna Maya dengan Outfit Rp117 Juta, Mewah dan Elegan!

Dijelaskan di sana, pertimbangan baru adalah tanggung jawab masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan membersihkan tangan sampai saat ini masih kurang. Peningkatan jumlah kasus dalam DKI Jakarta saat masa transisi PSBB selain karena adanya active case finding tetapi juga tersedia faktor masyarakat abai menerapkan aturan kesehatan.

Selain tersebut, berdasarkan scientific brief yang diterbitkan Badan Kesehatan Duni (WHO) pada 9 Juli 2020, dinyatakan bahwa penyebaran atau transmisi SARS-CoV2 ataupun virus penyebab Covid-19 kemungkinan sanggup terjadi melalui droplet, airborne, relasi langsung, kontak tidak langsung (fomite), fecal oral, darah, ibu ke anak, dan hewan ke manusia.

Dalam hal itu ditekankan penyebaran melalui airborne, dengan merupakan pernyataan WHO yang belum pernah disampaikan sebelumnya. Transmisi secara airborne adalah penyebaran mikroba, di dalam hal ini SARS-CoV2, virus penyebab Covid-19, melalui aerosol yang pasti bersifat infeksius meskipun terbawa angin dalam jarak jauh.

Loading…