VARIAN Delta Plus menjadi perhatian utama belakangan ini. Mutasi dari varian Delta tersebut bahkan dianggap jauh lebih kuat serta berbahaya dibanding varian sebelumnya.

Di Indonesia, diketahui telah ditemukan urusan varian Delta Plus di 2 wilayah. Tentu, itu perlu disikapi serius sebab pemerintah agar penyebarannya mampu dihentikan sesegera mungkin.

  virus corona

Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, makin menduga penyebaran sudah berlaku di area ditemukannya kejadian. Hal ini kemungkinan sebab rendahnya genom sequence di Indonesia.

Real, katanya, varian Delta Tambah ini memiliki 3 karakter utama yang perlu dikhawatirkan oleh semuanya. Apa saja sifat tersebut?

“Varian Delta Plus ini resisten terhadap terapi antibodi, varian ini juga mengepak sangat kuat di reseptor ACE 2 yang artinya penularannya sangat cepat dan mudah. Pada beberapa obat uji, varian ini diketahui resisten serta bisa menyandarkan efikasi respons antibodi tubuh. Bahkan pada orang yang sudah divaksin, ” perkataan Dicky kemarin.

Artinya, sambung Dicky, secara umum karakter yang dimiliki varian Delta Plus ini tak jauh berbeda dengan varian Delta. Namun, perlu disikapi serius karena varian ini punya kemampuan kebal terhadap terapi antibodi di orang yang sudah divaksin.

Lantas, apa yang bisa masyarakat kerjakan agar terhindar dari paparan varian Delta Plus?

Menurut Sunit K. Singh, seorang Professor of Molecular Immunology and Virology dari Institute of Medical Sciences, Banaras Hindu University, yang bisa dilakukan ialah tetap lakukan vaksinasi. Berserakan, untuk pemerintah, tingkatkan pengawasan genomik untuk melacak evolusi virus. ” Dan tetap saja, memperketat protokol kesehatan tubuh, ” katanya di laman The Conversation.

(DRM)