Pemberian vaksin Covid-19 sejauh ini jadi satu-satunya cara dengan diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi pandemi virus corona. Nusantara sendiri, diketahui sudah memesan kira-kira kurang lebih 3 juta jumlah vaksin Sinovac.

Terkait dengan pemberian vaksin dalam masyarakat ini, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) anyar saja mengeluarkan surat rekomendasi mengenai pemberian vaksin Covid-19 untuk klub Indonesia yakni vaksin Sinovac.

  Vaksin Covid-19

Di surat rekomendasi PAPDI yang diterima Sidang pengarang Okezone, Sabtu (26/12/2020), di dalamnya terdapat sederet daftar jenis aib penyerta yang belum dan tak layak untuk mendapatkan vaksin.

Dengan kata pendahuluan lain, orang-orang yang memiliki keburukan penyerta (komorbid) berikut sejauh tersebut ditinjau para dokter spesialis aib dalam di Indonesia, belum dan tidak layak diberi vaksin dengan merujuk pada catatan khusus dalam setiap penyakitnya.

Untuk diketahui, surat rekomendasi itu disusun berdasarkan tiga poin, yakni data publikasi fase I/II mengenai Sinovac, data uji fase III di Bandung berupa proposal serta catatan pelaku lapangan yang terlibat dalam uji klinis dan data uji vaksin inactivated lainnya dengan sudah lengkap (seperti vaksin influenza, dan sebagainya), sedangkan data vaksin inactivated COVID-19 (Sinovac) belum sempurna.

Sebagai catatan, PAPDI menyusun rekomendasi ini spesifik untuk Sinovac, sehingga dapat berganti sesuai dengan perkembangan laporan bukti uji klinis Sinovac tersebut, begitu pula dengan vaksin Covid-19 macam lain. Serta pada individu yang akan divaksin, jika terdapat bertambah dari 1 komorbid/ penyakit penyerta sesuai kategori inklusif dan eksklusi dan ada yang belum layak divaksin, maka dipilih yang belum layak.

Beserta paparan daftar penyakit penyerta yang belum dan tidak layak untuk mendapatkan vaksin Covid-19 (Sinovac) dalam Indonesia.

1. Penyakit Autoimun Sistemik (SLE, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)

Masuk dalam kategori belum layak. Dengan catatan karena penderita autoimun tidak dianjurkan untuk dikasih vaksinasi Covid sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

2. Sindroma Hiper IgE

Sama dengan orang dengan penyakit autoimun, orang yang mempunyai penyakit Hiper IgE disebut belum layak divaksin. Pasien Hiper IgE tidak dianjurkan untuk diberikan vaksinasi Covid datang hasil penelitian yang lebih terang telah dipublikasi.

3. Orang dengan infeksi genting

Disebutkan sebagai kaum orang yang tidak layak divaksin. Sebab, pasien dengan kondisi penyakit infeksi akut yang ditandai dengan demam menjadi kontraindikasi vaksinasi.

4. PGK non dialysis

Belum tampan karena menurut PAPDI saat tersebut pemberian vaksin belum direkomendasikan di pasien PGK non dialisis, PGK dialisis, resipien transplantasi dan sindroma nefrotik yang menerima imunosupresan/ kortikosteroid.

5. PGK dialysis

PGK dialysis (hemodialisis dan dialysis peritoneal) sama seperti yang non maka karakter dengan penyakit penyerta ini pula belum layak. Saat ini, pemberian vaksin belum direkomendasikan pada penderita PGK non dialisis, PGK dialisis, resipien transplantasi dan sindroma nefrotik yang menerima imunosupresan/ kortikosteroid.

6. Transplantasi Buah

Belum layak, mas vaksin Covid-19 pada orang sudah melakukan transplantasi ginjal belum direkomendasikan pada pasien PGK non dialisis, PGK dialisis, resipien transplantasi & sindroma nefrotik yang menerima imunosupresan/ kortikosteroid.

7. Sindroma nefrotik dengan imunosupresan/ kortikosteroid

Belum layak disebabkan karena belum ada uji klinis mengenai efikasi dan keamanan vaksin tersebut terhadap populasi

8. Hipertensi

Belum layak, karena dari beberapa uji klinis dari beberapa vaksin Covid telah menginklusi pasien secara hipertensi. Namun, populasi ini belum direkomendasikan mendapat vaksin Covid-19 sebab belum ada rekomendasi dari tim uji klinis vaksin yang dikerjakan di Indonesia, menunggu hasil uji klinis di Bandung.

9. Gagal jantung

Belum layak, mengingat belum ada data mengenai keamanan vaksin Covid pada kondisi ini.

10. Penyakit dalaman coroner

Sama secara gagal jantung, orang dengan penyakit jantung coroner dikatakan sebagai kategori yang belum layak divaksin sebab belum ada data mengenai ketenangan vaksin Covid-19 pada kondisi itu.

11. Reumatik Autoimun (autoimun sistemik)

Saat ini masih belum cocok, karena sejauh ini belum ada data untuk penggunaan vaksin Covid pada pasien reumatik-autoimun. Berdasarkan petunjuk vaksin-vaksin yang sebelumnya, untuk macam vaksin selain live attenuated vaccine, tidak ada kontraindikasi pemberian pada pasien reumatikautoimun. Pemberian vaksin Covid untuk pasien reumatikautoimun harus mempertimbangan risiko dan manfaatnya kasus bagi kasus secara individual, dan memerlukan informed decision dari pasien.

Pada pasien reumatik-nonautoimun, rekomendasi vaksinasi sesuai dengan populasi ijmal dan rekomendasi ini bersifat tengah, dan bisa berubah jika ada bukti baru tentang keamanan dan efektivitas vaksin.

12. Penyakit-penyakit gastrointestinal

Individu yang memiliki komorbid kepala ini juga dinilai belum cocok divaksin Covid-19. Penyakit-penyakit gastrointestinal dengan menggunakan obat-obat imunosupresan, pada dasarnya tidak masalah diberikan vaksinasi Covid. Namun, respon imun yang berlaku tidak seperti yang diharapkan. Pendataan dan skrining pasien dengan komorbid penyakit autoimun termasuk yang ialah penyakit autoimun di bidang gastrointestinal, seperti penyakit IBD (Kolitis Ulseratif dan Crohn’s Disease), Celiac Disease, dalam skrining terdapat pertanyaan terpaut gejala gastrointestinal seperti diare catatan (perubahan pola BAB), BAB pembawaan, terjadinya penurunan berat badan yang signifikan yang tidak dikehendaki.

13. Hipertiroid/hipotiroid sebab autoimun

Belum tampan, pasien autoimun tidak dianjurkan diberikan vaksinasi Covid sampai ada buatan penelitian yang lebih jelas dan telah dipublikasi.

14. Penyakit dengan kanker, keganjilan hematologi seperti gangguan koagulasi

Pasien imunokompromais, pasien di terapi aktif kanker, pemakai obat imunosupresan, dan penerima produk darah masuk dalam golongan belum setimpal. Studi klinis Sinovac mengeksklusi penderita dengan keterangan penyakit kolom sebelumnya, karena tidak ada data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

15. Orang dengan hematologionkologi

Orang dengan hematologionkologi yang mendapatkan terapi aktif jangka panjang, seperti leukemia, granulositik kronis, leukemia limfositik kronis, myeloma multipel, anemia hemolitik autoimun, ITP, dan lain-lain belum layak bisa vaksin. Sebab studi klinis Sinovac mengeksklusi pasien dengan keterangan penyakit kolom sebelumnya, karena tidak tersedia data pada kelompok tersebut, oleh karena itu belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada gerombolan ini.

(DRM)